
Cikarang - Akibat Rebutan limbah Pabrik PT.Kyowa yang berada dikawasan EJIP beberapa Ormas terlibat Percekcokan dengan Ormas lainnya. Aksi demo ini dilakukan oleh Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
Aksi demo GMBI ditolak ormas lain, diantaranya FKPPI, GIBAS, Garuda Hitam, Pendekar Banten, Singa Bekasi, IKAPUD, Pemuda Pancasila, BPKB, dan PKBB yang mempertahankan limbah PT Kyowa. Berkumpulnya ribuan massa dengan atribut dan seragam masing-masing membuat suasana tegang dan menimbulkan kericuhan.
Akibatnya pada hari itu terjadi kemacetan yang sangat panjang di jalan tol menuju Cikampek dan Cikarang. Kendaraan yang akan keluar di gerbang tol Cikarang Barat harus tertahan karena aksi demo tersebut. Truk bertonase besar menahan jalur lain sehingga menimbulkan kemacetan hingga gerbang tol Bekasi Timur.
Salah satu pengguna tol Fitri mengatakan, dirinya terpaksa harus keluar tol Cikarang Timur karena gerbang tol Cikarang Barat tidak bisa dilalui. Namun Tol Cikarang Timurpun ternyata tersendat dan tidak bisa bergerak. Aksi yang di lakukan Ormas di Kabupaten Bekasi ini menimbulkan kerugian bagi pengguna jalan tol. Padahal, mereka berunjuk rasa untuk kepentingan golongan, bukan masyarakat.
“Jangan rugiin pengguna jalan, kami jadi terlambat dan harus terkena macet yang panjang. Urusan kami pun jadi berantakan,” ungkap Bapak Andi Harminto yang menuju Kantornya di sekitar MM2100.
Satlantas Polresta Bekasi terpaksa melakukan penutupan sementara arus menuju Lippo Cikarang sampai situasi arus lalu lintas kembali normal. Sekitar pukul 14.00, aksi unjuk rasa selesai dan arus lalu lintas perlahan normal.
Dalam aksi unjuk rasa hari itu terlihat aksi yang tidak seharusnya. Para anggota dari masing-masing kubu kedapatan membawa senjata tajam. Polisi yang menjaga aksi unjuk rasa tersebut mengamankan tiga orang yang diduga sebagai pemilik senjata tajam tersebut dan sedang melakukan penyelidikan mengenai aksi tersebut.
No comments:
Post a Comment